My Life : Exodus Finale “The New Me”
"Ketika kuhadapi, kehidupan ini… Jalan manakah yang harus kupilih? Kutahu
kutak mampu. kutau ku tak sanggup. Hanya Kau Tuhan, tempat jawabanku…" -
Sepenggal lagu rohani ini mengajak saya untuk kembali meng-flashback kehidupan
saya.
Saya berasal dari keluarga non-Kristen, tapi sejak TK saya disekolahkan di
sekolah Kristen. Dari kecil saya telah mendengar tentang Tuhan Yesus dan tidak
yang lain. Bahkan saya tidak mendapat pengajaran agama dari keluarga saya.
Alhasil saya tumbuh menjadi orang yang mempunyai iman Kristen. Saya mulai
mendalami dan mencari Tuhan dari SMA. Yap, dimana saya mulai dapat berpikir
sendiri dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Tentunya kehidupan saya setelah
itu ya begini2 saja. Tak ada yang bisa memungkiri. Seumuran SMA, ga ada yang
lepas dari BF dan dosa2 pria lainnya. Walau saya bukan termasuk orang yang
freak ato maniac, paling ga saya sudah terikat dengan
dosa-dosa tersebut dan susah untuk dilepas lagi.
Hari-hari saya lewati selama SMA. Menikmati masa-masa indah bersama teman,
kadang berpikir kapan masa ini akan berakhir? Tapi sekarang saya malah balik
bertanya, kapan masa2 seperti itu akan kembali lagi… BTT…
Ketika saya mulai berpikir, bagaimana kehidupan setelah SMA? Kuliah di mana?
Di Medan kah? atau di luar daerah? atau bahkan di luar negeri? Kalau di Medan
masih lumayan. DI luar negeri, di negeri orang, lumayan juga. Di luar kota, jauh
dari orang tua… Saya takut ga ada yang menuntun, ga ada yang membimbing…
Saya takut rantai yang mengikat saya semakin kuat… Kemudian tak terasa waktu
berjalan begitu cepatnya. Saya sekarang sudah di Jakarta. Saya sudah menjadi
manusia baru sekarang. Saya sudah melepas rantai yang mengikat saya. Saya
mempunyai Tuhan sebagi penuntun saya Yesus sebagai Juru Selamat saya dan Roh
Kudus sebagai pembimbing saya. Ketika saya jatuh, saya ga jatuh lebih dalam lagi
dan terikat di dasar. Tapi ada yang kembali mengangkat saya dari dalam jurang
tersebut. Membuat saya kembali berdiri menatap dunia. Saya merasa sepi tanpa Dia
sekarang. Tak ada hari kulewati tanpa dia. Hari-hari kulewati dengan berusaha
menjaga kekudusan, kudus seperti Dia. Walaupun mungkin ga sempurna, at least i
want to make Him happy…
Bagaimana semua ini bisa terjadi?
Jawabannya hanya satu "Hanya Kau Tuhan,
tempat jawabanku"
"Jadikan Dia terang bagi jalanmu, maka jalan kita akan terlihat jelas
sehingga kita tak perlu ragu untuk melangkah"
TO BE CONTINUED